Showing posts with label Daily. Show all posts
Showing posts with label Daily. Show all posts

Wednesday, 25 December 2019

Surat Kecil Dariku


Untuk seseorang.
Hai, kamu.
Menulis surat kecil seperti ini membuatku takut. Aku sudah mencobanya. Jadi tolong mengertilah.
Karena aku tidak terlalu baik dalam menulis surat. Aku juga tidak tau bagaimana memulainya. Ini adalah sesuatu yang selalu aku pikirkan. Sangat sulit memilih kata apa yang harus aku tulis. Ini mungkin karena kita akan kembali ke masa lalu. Dimana banyak kenangan yang sudah kita bagi.
Rasanya seperti baru kemarin. Aku gak percaya sudah 6 tahun kita kenal satu sama lain. Aku ingat saat pertama kali kita bertemu. Kamu sangat sopan dan baik. 
Kamu tau saat kita masih bersekolah dan masih belum mengerti apa2?
Kita memakai seragam, pergi ke sekolah dan pulang dari sekolah kadang bersama-sama. Makan bersama, dan hampir setiap malam kita bahkan sering mengobrol dan chattingan bersama.

Saat aku melihatmu aku punya suatu pemikiran 'kamu jujur dan setia' 'Kamu yang terbaik dan punya sesuatu yang berbeda'
Dan bisa kamu buktikan di saat sekarang bahwa kamu sangat bersinar dan ceria akhir-akhir ini dan itu membuatku kagum.
Apalagi saat melihat perubahan kamu yang terbilang sangat cepat. Aku baru menyadari bahwa kamu memang sangat baik dalam segala hal.

Kamu itu ingin mencapai hal-hal satu demi satu. Didalam batas apa yang mau kamu lakukan. Itulah yang harus aku pelajari dari kamu.
Sekarang setiap orang tau bahwa kamu itu hebat. Dan kamu melakukan nya dengan bagus.
Kamu cenderung ingin melakukan hal hal yang baru, itu yang membuat aku iri dengan kepribadian kamu.
Ketika banyak dari seseorang ingin memulai sesuatu dari bawah, tapi berbeda dengan kamu. Kamu memulainya dari atas rata2 dalam segala hal.

Setelah 6 tahun itu, sekarang kamu salah satu dari seseorang yang berharga di hidupku.
Sebelum sampai sekarang ada moment dimana kamu gelisah dengan kelanjutan studi kamu. Saat kamu gelisah kamu berkata tuk meminta doa yang terbaik.
Hingga membuatku bertanya-tanya saat itu apa yang harus aku lakukan kepadamu agar kamu merasa tenang.
Tapi saat itu aku tidak bisa mengungkapkannya.

Aku hanya bisa menjawab dalam hati ' Dimana kamu berjuang dan bahagia, aku akan senang melihatnya'


Aku ingin mengungkapkan semuanya denganmu, bahwa dari semua kenangan yang kita lalui bersama membuat aku sangat gembira.

Maaf aku yang selalu mendapatkan apapun dari kamu. Kamu masih tetap menyukaiku walaupun aku masih banyak kekurangan. Kamu masih tetap bertahan denganku walaupun aku sering mengecewakanmu. 

Kedepannya mari kita berjalan bersama menuju kegembiraan.

Aku mencintaimu, seseorang.

Wednesday, 4 December 2019

Siapkah menikah? #1



Assalamualaikum, lama tak berjumpa via tulisan. Sudah sebulan aku tidak mencurahkan isi hatiku.
Aku nggak tau apa yang membuat aku menulis mengenai ini. Apakah ini karena aku ingin menikah? Hehe sebenarnya aku yakin bahwa ini adalah salah satu pertanyaan yang kalian ajukan disaat sedang membaca tulisan ku ini. Namun jika aku tanya kembali kepada kalian memangnya siapa yang nggak mau menikah? Bukankah menikah merupakan ibadah? 

Tenang tak perlu terburu-buru, yang penting semuanya terencana dengan baik dan matang.
Tapi kok ya, Terkadang kalau ada teman yang menikah, mereka kerap kali menanyakan 'kamu kapan'?
Hehehe yaampun ambyar hatiku. Ambyar mas. 
Mungkin kita hanya menunggu waktu yang tepat saja.
Karena bagi Allah menyatukan antara langit dan bumi saja mudah, apalagi menyatukan kita? *ehhhh

Intinya tinggal menunggu waktu yang tepat saja.
Mungkin ya, aku nggak tau yang akan datang kepadaku terlebih dulu jodoh ataukah kematian? Wallahu alam :)

Usia ku sudah menginjak kepala 2. Tepatnya sudah berusia 22 tahun. Jujur kalau di tanya kapan target menikah, aku akan menjawab 'sekitar di usia 24/25an' tapi mengingat sekarang ini semakin banyaknya pasangan yang hendak menikah di berbagai kalangan usia. Bahkan tergolong sangat muda. 19 tahun. Iya 19 tahun.
Ada juga yang di usia 25 tahun sudah memiliki 4 anak. Aku berbicara seperti ini karena aku pernah menemukan hal seperti itu. Saat ini, masyarakat menganggap bahwa menikah merupakan hal yang lumrah di semua umur, bahkan di usia yang belum matang untuk menikah.

Padahal nih ya, padahal...
Menurutku menikah bukan sesuatu hal yang mudah, bukan berarti aku harus mensegerakannya tanpa persiapan yang terarah. Menikah itu bukan hanya menyatukan antara aku dan dia, melainkan antara 2 keluarga juga. Menikah juga harus siap lahir dan batin. 
Lalu menikah juga bukan hanya sekedar upload foto mesra atau sekedar upload video kegiatan indah bareng pasangan halal.
Sebenarnya ada banyak hal lain yang harus dipersiapkan, terutama ilmu yang nantinya akan dibagi dan digunakan dalam mendidik anak, karena mendidik anak tak semudah kelihatannya. Karena nantinya kita akan menghadapi masa sulit dimana harus menyamakan persepsi dua kepala atau bahkan lebih, memikirkan bagaimana mengurus rumah tangga dengan baik.

Menikahlah karena kita memahami doi. Baik masa lalunya, impian dan harapannya. Tapi jujur aku sekarang nggak menemukan itu dalam diri kamu (curhat lagi) hehe abaikan.
Jangan menikah hanya karena kita sudah lama bersama, misal bersamanya selama enam tahun.. (pengalaman penulis hehe)
Terkadang ada hal hal yang sepenuhnya nggak bisa sepenuhnya di ketahui, tidak peduli berapa lama kamu bersamanya.
Setelah sekian lama menjalin hubungan, usia semakin matang, dan pekerjaan pun mulai mapan, maka keinginan untuk meningkatkan hubungan ke status yang lebih tinggi, yaitu pernikahan pun pasti ada . Rasa ragu, takut, khawatir . Bertanya-tanya dalam hati.
'Benarkah ia jodoh untuk aku?'

Wajar menurutku kalau ragu, karena pernikahan merupakan sesuatu yang sangat penting yang di lakukan sekali seumur hidup.

Sebenarnya, apakah alasan mengapa kita ingin menikah?

Terkadang aku merasa ingin seperti orang-orang misal agar lebih mudah kita membayangkan nya kita beri contoh artis saja ya, banyak kan artis yang menggelar pesta pernikahan sangat begitu mewah. 'Aku sekilas mengatakan, yaAllah, semoga suatu saat nanti aku bisa gitu nikahnya' siapa yang seperti itu juga mikirnya? Hehe (jangan di tiru ya)
Tapi setelah ku pikir berulang kali, nikah bukan hanya sekedar menggelar pesta pernikahan mewah yang berlangsung hanya semalam. Tapi pertanyaan setelah itu adalah 'bagaimana kita melanjutkan kehidupan sebagai pasangan menikah agar bisa bertahan.'
Kita juga jangan hanya merencanakan untuk satu hari saja, melainkan untuk sisa hidup bersama pasangan kita.
Karena jangan menyamakan bagaimana kehidupan kita dengan orang lain, semua ada proses dan alurnya masing-masing.

Ya memang ya gak bisa di pungkiri, terkadang kita hanya melihat dari sisi enaknya saja. Karena memang kebanyakan yang di perlihatkan dari mereka yang sudah menikah hanya satu dari sekian banyak sisi. Kita belum tentu tau apa yang terjadi sebenarnya.

Mama pernah sesekali nanya, gimana kamu sama dia teh? Dia serius gak sama kamu? Kok nggak pernah kesini lagi?
Dari semua pertanyaan itu sepertinya mamahku sangat bersemangat untuk membahas ini. Entah karena rasa khawatir tentang status aku saat ini atau apa yang bisa membuat mama menjadi seantusias itu. Tidak biasanya seperti itu. 
Kemudian sambil menatap layar ponselku aku menjawab semampu yang ku bisa.

'Iya ma. Dia sibuk. Makanya jarang kesini.'

Aku sebenarnya bingung saat mama membahas hal tersebut, akhirnya jadi kepikiran.

Apakah memang sudah seharusnya aku menikah di usia segini? Atau ini hanyalah sekedar efek sementara dari banyaknya undangan pernikahan yang seumuran denganku? Atau karena mamahku tau bahwa aku sudah lama dekat dgn 'doi' ini sudah lama. Jadi mamahku khawatir dengan anak perempuannya

Mah aku masih 22 tahun. Hehe

Kalau aku menikah nanti berarti aku nggak bisa tinggal bareng mamah lagi dong, aku aja terkadang masih belum bisa mengurusi diri aku sendiri. Hmm

Jika ditanya siap atau tidak? Sepertinya aku belum bisa menjawab ini. Seolah masih ada satu atau dua tahap lagi yang harus aku jalani, apapun itu, mungkin hanya Allah dan waktu-Nya yang akan mengarahkan aku.

Menikah itu. Hmm menurutku pasangan harus saling terbuka satu sama lain, termasuk soal keuangan. Menerima kekurangan dan kelebihan pasangan masing-masing.
Tidak peduli seberapa lama telah berpacaran, kita perlu tahu pasangan luar dalam.
Apakah kita sudah yakin bahwa pasangan kita sekarang adalah orang yang terbaik untuk dijadikan pasangan hidup kita. Pacaran lama bukan jaminan kalau doi pasti akan jadi pasangan hidup yang layak untuk kita.
Sudah cukup mantapkah kita dengan pilihan saat ini? Ataukah kita merasa tiba-tiba ragu dengan pasangan kita?
Nggak salah kok jika kita masih menyisakan keraguan pada doi, dengan begitu kita bisa lebih banyak mencari tahu dan memahami pasangan kita. (((Kayak kamu ya yang sedang ragu sama aku) gapapa jangan memaksakan diri kamu untuk menikah kalau kamu sendiri masih belum cukup yakin dengan pasangan aku sekarang. Banyak hal yang harus kamu pertimbangkan dalam mengambil keputusan. (Hehe curhat lagi aku))).

Jika pasangan kita masih merasa ingin melakukan banyak pencapaian dalam karirnya, kita tak perlu khawatir dan terburu-buru untuk memutuskan menikah. Raihlah dulu apa yang sudah menjadi impian doi. 


Aku menulis ini merupakan dari sudut pandangku aja.
Sudah malam. Jam menunjukan pukul 23:27. Itu berarti sudah waktunya aku tidur.
Selamat malam. Jangan lupa bahagia.
Salam,
Rahmah.

Tuesday, 3 December 2019

Bukan Inginku

YaAllah, maafkanlah aku, ampunilah aku, aku mencintaimu. Tapi sampai saat ini aku masih mencintai hambamu. Yaitu (...........). Aku rindu dengannya yaAllah.. padahal merindukanmu lebih penting dari segala-galanya.
Karena akan sangat menyakitkan rasanya kalau aku rindu, sementara seseorang yang ku rindukan tidak merindukanku.
Bukan inginku yaAllah merasakan seperti ini.
Aku gak tau kenapa bisa seperti ini.

Aku sudah terlalu sering mengingatkan diri sendiri untuk tidak terlalu berharap atau terlalu mencintai. Tapi kenyataannya, perasaan memang terlalu kuat hingga tidak bisa disalahkan. Walaupun berusaha untuk tetap menahannya agar tidak terlalu berharap. Namun harapan itu tetap ada.

11:10. 
RM

Sunday, 3 November 2019

Bersandar Hati


Saat lagi bersedih gini kadang aku merasa bahwa aku orang yang paling tidak beruntung di dunia ini. Mengapa aku merasa hal-hal yang tidak mengenakkan selalu terjadi kepadaku. Lagi dan lagi.
Seakan bahwa memang semesta tidak pernah mengizinkanku untuk merasakan hal yang layak aku dapatkan. Apakah ini karena dosa-dosaku yang terlalu banyak sehingga ini balasan apa yang ku lakukan di masa lalu?
Usia ku semakin bertambah. Lantas apa yang telah aku dapatkan di usiaku yang sekarang? 
Aku gak pandai mengungkapkan apa yang ku rasa. Di usia ku yang sudah menginjak kepala 2 ini. Lingkaran pertemanan ku makin mengecil. Sudah tau ku orang yang tak pandai bergaul. Bahkan teman dekat semasa kuliah hanya bisa di hitung dengan jari. Lantas bagaimana dengan kehidupanku yang sekarang?

Aku tau aku gak boleh menyerah menjalani kehidupan ini, aku juga tau masih banyak di luar sana yang kurang beruntung dari pada aku. Tapi apakah aku tidak boleh mengeluh sama sekali atas apa-apa yang telah terjadi? Manusiawi bukan?

Hampir setiap hari selalu berpikir positif, bahwa segala sesuatu yang terjadi sudah kehendak Allah. Suka atau engga, senang atau sedih. Itu sudah Allah takdirkan untukku.

Tapi sulit yaAllah. Aku slalu menangis disaat aku sedang sendirian. Maafkan aku yaAllah. Padahal aku tidak boleh seperti ini. Padahal di dalam Surat Al-Imran : 139 engkau mengatakan bahwa : Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula), bersedih hati. Sebab kamu paling (tinggi) derajatnya, jika kamu orang beriman.


Astaghfirullah, Maafkanlah Rahmah yaAllah. Engkau memang maha mengetahui segala sesuatu. Mungkin ini terjadi karena engkau sayang kepada ku. Agar aku lebih makin mencintaimu. Kuatkanlah cintaku padamu yaAllah. Berikanlah pengampunan atas segala dosa-dosaa ku baik yang di sengaja ataupun yang di sengaja.

Berikanlah aku kekuatan yaAllah. Berikanlah aku petunjukmu mengenai ini semua. Hanya engkau lah maha pemberi petunjuk.

Hanya engkaulah tempat bersandar hati.

Saturday, 2 November 2019

Tuesday, 22 October 2019

Ceritaku Kepada Langit Malam #1

Aku capek hari ini. Aku lelah. Aku butuh teman cerita. Kamu mau gak jadi pendengar cerita aku lagi seperti dahulu. Hehehe

Tapi sayang, yang biasanya kita dekat banget. Sekarang jadi sejauh ini.
Kamu apa kabar? Kok betah banget hilang-hilangan sih. Gak rindu sama aku ?

Kamu tau kenapa aku sekarang menghindar? Karena aku sadar bahwa aku memang bukan seseorang yang kamu prioritaskan sekarang.

Aku tau posisi ku sekarang. Kamu gak usah khawatir.

Tapi semenyebalkannya kamu bagi aku, kamu tetap orang yang aku kepoin setiap hari. Jangan tanya,bagaimana bisa?

Tapii, Terkadang aku merasa sudah menjadi orang asing bagi kamu.

Aku sekarang lagi rindu obrolan kita seperti dahulu, masa dimana kamu paling senang cerita perihal apa yang terjadi hari itu. Kamu menceritakan. Sedangkan aku diam mendengarkan. 

Tapi bagaimana dengan sekarang? 

Untuk sekarang aku hanya bercerita pada langit malam yang ku tatap. Langit itu tidak merespon ucapanku. Berbeda sekali dengan kamu.

Menurut kamu apa yang lebih menyakitkan dari jarak? Kalau menurutku Kamu sebenarnya dekat. Namun perasaan jauh..

Udah dulu ya, ku mau tidur. Selamat tidur untuk kamu ya.
Tetap semangat. Jangan lupa bahagia.

Salam,
Rahmah.

Xoxo

23:14 WIB

Monday, 21 October 2019

Untuk Kamu #3 : Tentang Kita



Bukan melupakan. Hanya saja berhenti sementara buat memikirkan. Ada lelah yang sulit dijelaskan. Ada hati yang benar-benar tidak ingin terlihat kalau ia benar terluka.

Untuk sesuatu yang aku jaga. Sesuatu yang aku genggam erat. Sesuatu yang aku begitu sayangi. Aku baru menyadari bahwa dari sesuatu itulah yang justru berpotensi menyakiti. Seperti kamu yang 'sesuatu'.

Sebenarnya yang di egois di 'kita' ini siapa?
Kamu sekarang lebih banyak menghindar dan menutup semuanya dengan diam. Kerap kali seperti itu. Aku jadi bingung. Padahal aku mencoba untuk menjelaskan. Menjelaskan bukan berarti aku marah. Justru supaya kamu paham. Agar kita tak berselisih paham.

Meski pernah berpikir untuk menjauh tapi pada akhirnya hatiku tetap saja luluh sama kamu. Padahal pernah dibuat kecewa untuk kesekian kalinya. Ada sakit yang luar biasa saat aku menyadari bahwa 'kita' tak lagi sama.

Jujur saja sekarang aku gak bisa membedakan antara cuek dan gak peduli. Aku sering bertanya akhir-akhir ini perihal siapa 'kita'. Bukan untuk menuntut, bukan untuk meminta,hanya sekedar ingin tahu: siapa aku di mata kamu?

Kamu tau? 
Saat kabar kamu sudah menjadi hal sulit untuk aku ketahui, saat itu pula aku belajar membiasakan diri. Belajar untuk gak khawatir, belajar apa yang direncanakan oleh semesta. Ketiadaan kabar kamu, membiasakan diri aku yang tanpa 'kamu'.

Aku pernah berpikir, sebenarnya kita sedang mempertahankan hubungan atau menunda perpisahan?
Jika bosan, coba bicaralah.
Jika gak mau lagi, jujurlah.
Jangan diam, lalu menghilang.
Jangan menggantung, lalu meninggalkan.
Hubungan gak seperti itu.

Berpura-pura bahwa semuanya baik-baik itu menyakitkan loh. Karena luka tercipta dari seseorang yang kita anggap istimewa. Kayak kamu. Hujan tak tau ia jatuh untuk siapa. Tapi air mata tau, ia jatuh untuk siapa.

Mungkin menjauh adalah hal yang bisa 'kita' lakukan sekarang. Menjauh bukan berarti memutuskan silaturahmi. Dengan kata lain jaga jarak. Tak apa untuk saat ini kita menjauh. Tak usah risau, Jika Allah berkehendak, pasti kita akan di pertemukan kembali dengan ikatan yang halal..

Karena bagi Allah menyatukan Langit dan Bumi saja mudah. Apalagi menyatukan 'kita'. Fokus saja apa yang ingin 'kita' capai saat ini.
Saling menjaga, titipkan semua rasa pada-Nya.
Semoga Allah meridhoi niat baik :)

Sudahlah, aku tidur ya. Ingat fisik juga butuh istirahat.

Salam,
Rahmah.

Xoxo

Dari aku untuk kamu.
JANGAN LUPA BAHAGIA YAπŸ’•πŸ’―

Saturday, 5 October 2019

Second Time


10.00 WIB.
Baru saja aku merasakan hal yang membuat perasaanku bergejolak banget. Ingin rasanya aku pergi, teriak di suatu tempat buat mengungkakan semua yang ada di hati aku. Sayangnya, aku nggak bisa.
Jangankan untuk melakukan itu, untuk mengungkapkan keresahan yang ada di hati aku aja terkadang bisa di salah artikan oleh orang lain.
Aku seharusnya paham ini terjadi akibat dari mood swing-ku yang membuat aku yang biasanya lagi kalem adem ayem, tiba-tiba jadi marah gak jelas. Tapi jujur aku kayak gini memang ada sebab nya kok. Karena  satu dan lain hal yang sepenuhnya gak bisa ceritain sama orang lain. Aku suka menyimpan nya sendiri, terkadang membuatku sangat sesak :")

Now Playing :  I.O.I - Downpour (μ†Œλ‚˜κΈ°)


That's why, kalau lagi kayak gini aku suka dengerin lagu yang aku mulmed. Lagu IOI yang judulnya Downpur Melodinya ngena hati banget.
Aku gak bisa cerita banyak sama orang lain, jangankan orang lain. Teman dekat sendiri aja aku gak pernah curhat mengenai ini.
Gundah, gelisah,cemas, terjadi secara bersamaan saat ini. I dont know. Aku merasa kayak gak punya siapa-siapa untuk diajak berbagi. 

Kalian pernah merasa tidak pernah di hargai? aku sering banget. Padahal kita merasa bisa dan mampu. Tapi di sisi lain, saat ada yang bilang bahwa kita gak ada kemampuan itu pasti sakit kan.
Mungkin kalau dari luar aku terlihat biasa, tertawa. Itu terjadi because i have to act like nothing happen. Padahal sesuatu terjadi kepadaku.

Salam, 
Rahmah.

Teruntuk kalian jangan lupa bahagia ya ❤



Friday, 4 October 2019

Memaknai Dari '22'




3 bulan lalu tepatnya tanggal 4 juli adalah hari dimana usiaku genap 22 tahun.
22?
DUA PULUH DUA.

Iya Rah, 22 tahun.

Di usia 22 tahun adalah usia dimana seseorang beranjak dari remaja ke fase dewasa. Di fase dewasa ini aku udah nggak bisa mengandalkan orang tua lagi. Di usia 22 ini juga aku harus bisa bersikap layaknya seperti orang dewasa dengan berbagai macam tantangan yang akan aku hadapi nantinya. Percayalah gengs, jadi dewasa itu gak enak. Sometimes, aku berpikir ingin kembali aja ke masa dimana aku anak-anak. Hehe lucu ya aku.

Life must go on, isn't right?

Tetapi aku terkadang merasa sebenarnya aku sudah berada di jalur yang tepat atau tidak? Pekerjaan yang aku jalani apakah sesuai dengan apa yang aku inginkan? Apa ini yang aku mau?Apa yang sudah aku hasilkan dari hidupku sendiri?

Banyak hal yang belum bisa aku lakukan di usia ini, ketika orang lain tau umurku, maka aku sudah di anggap sebagai orang dewasa. Tapi, apakah aku sudah dewasa seperti yang dilihat orang?

Aku merasa belum.

Dalam 22 tahun ini aku sudah bisa mengetahui hal apa saja yang aku suka maupun tidak, aku juga belajar apa arti tanggung jawab, tanggung jawab terhadap diri sendiri, maupun pekerjaan yang aku lakukan. Aku harus menjadi bijak terhadap kenyataan yang aku alami. Kenyataan bahwa di usia 22 tahun merupakan usia aku harus melewati tantangan kedepan nya.

Banyak hal yang keliatannya begitu sulit. Aku sungguh mengalaminya di usia 22 tahun ini, segala hal yang di luar ekspektasiku terjadi.

But, i know i'll be allright this time.
These friends said i dont give up.

Masalah dalam hidup memang akan datang silih berganti.
Aku pernah mendengar dengan adanya masalah, level kehidupan seseorang sedang menaiki anak tangga, dan jika berhasil melewatinya bisa menjadi pribadi yang baru dan lebih baik lagi.

Kupikir aku sedikit mengerti diriku sekarang. Aku cenderung lebih suka melakukan hal yang sesuai dengan perasaan dan mood aku. Beberapa hari ini aku lagi mood nulis di blog  mengenai yang aku rasakan. Sebab itulah yang membuatku nyaman. I don't know why aku memang seperti ini.

Love yourself katanya. Ya inilah diri aku yang sebenarnya. Aku juga lebih cenderung menyimpan perasaan sendiri, aku lebih mudah bersosialisasi kalau bersama dengan orang yang aku kenal baik, lain hal dengan orang yang baru ku kenal aku bisa dibilang irit ngomong.
Karena menurutku There is a moment to talk, there is a moment to be silent.

Seperti lirik dari lagu Taylor Swift yang berjudul 22
Yeah, we're happy, free, confused and lonely at the same time.
It's miserable and magical, oh, yeah.
Lirik tersebut memang mewakili apa yang aku rasakan di usia 22 tahun ini. Merasakan banyak hal yang terjadi secara bersamaan. Suka dan Duka itu akan selalu ada.
Aku sadar aku belum menjadi dewasa sepenuhnya, masih banyak sekali hal yang harus aku pelajari. Karena aku adalah aku. Aku akan selalu cintai oleh aku.

Use your youth as good as possible.


*Bonus Pict* Throwback
Deep down i just wanna say, thank you so much for making me surprise. I love you guysπŸ˜˜πŸ’•πŸ’―








Terimakasih :)
Salam,
Rahmah

Xoxo